banner 728x250

Usut Dugaan Mafia Solar di SPBU Bonggoeya, Konsorsium Mahasiswa Sultra Desak DPRD Kendari Gelar Sidak dan RDP Terbuka

banner 120x600
banner 468x60

KENDARI Jumat 02 Oktober 2026– Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi melayangkan lima tuntutan krusial kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari terkait carut-marut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan kuat praktik mafia dan manipulasi sistem digital di SPBU Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.

 

banner 325x300

Rahmat Almubaraq Kordinator lapangan.mendesak pimpinan dan anggota DPRD Kota Kendari tidak menunda waktu untuk segera turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) lapangan di SPBU Bonggoeya. Sidak fisik ini dinilai mendesak guna memeriksa ketersediaan tangki penyimpanan serta memverifikasi langsung kekacauan pelayanan yang memicu antrean panjang kendaraan di lapangan

 

 

Selain sidak, mahasiswa menuntut DPRD Kota Kendari segera menjadwalkan dan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara terbuka. Forum ini wajib menghadirkan lima instansi terkait guna mengurai benang kusut distribusi solar subsidi, meliputi:

 

1. Pengelola/Manajemen SPBU Bonggoeya

 

2. PT Pertamina (Persero) Regional Sulawesi

 

3. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Kendari

 

4. Aparat Penegak Hukum (Polresta Kendari)

 

5. Perwakilan Mahasiswa selaku fungsi kontrol.

 

Kami menduga kuat ada modus ‘main mata’ atau komersialisasi kode QR (barcode) milik orang lain serta penggunaan pelat gantung oleh oknum petugas SPBU kepada para pelangsir. Oleh karena itu, kami meminta DPRD dan Pertamina melakukan audit digital secara total terhadap seluruh transaksi solar subsidi di SPBU Bonggoeya,” tegas Koordinator Lapangan aksi dalam orasinya.

 

Mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum untuk membongkar dan menindak tegas dugaan pelaku penimbunan BBM Jenis Solar sampai berskala besar diduga hasil tersebut didistribusikan di lokasi pertambangan,Ada Beberapa tempat sekitaran Pertamina dan Dugaan keterlibatan Pegawai Pertamina , Dan namanya pun kami Sudah kita mengantongi .termasuk merazia kendaraan dengan tangki modifikasi yang bebas menguras hak subsidi masyarakat kecil.

distribusinya pun kuat Kami Dugaan hanya oknum oknum tertentu saja yang mendapatkan BBM Jenis Solar tersebut sehingga pengguna pengguna lainya mengantri berhari hari tidak mendapatkan BBM Bersubsidi Jenis Solar Tersebut.

 

Ini bentuk keresahan Masyarakat yang harus di atensi sehingga penyaluran/ pendistribusian harus berjalan sesuai dengan Regulasinya .

 

Jika dalam investigasi nanti ditemukan bukti keterlibatan sistemik atau pembiaran dari pihak manajemen, Konsorsium Mahasiswa Sultra mendesak PT Pertamina untuk menjatuhkan sanksi paling berat, mulai dari pemotongan kuota harian hingga Pencabutan Izin Operasional SPBU Bonggoeya.

 

Merespons tuntutan tersebut, perwakilan DPRD Kota Kendari Jumran S.E anggota Komisi 1 menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal aspirasi ini. DPRD menegaskan siap melaksanakan sidak lapangan dan membuka ruang transparansi melalui RDP terbuka demi menegakkan keadilan distribusi energi bagi masyarakat Kota Kendari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *