banner 728x250

Pembuntutan Senyap Wartawan Sultra Watch, Bongkar Skandal Muat BBM PT Tiga Dara Perkasa di Ranomeeto: Modus Kandang Ayam Diduga Milik Oknum Polisi, Izin Dipertanyakan!

banner 120x600
banner 468x60

KONAWE SELATAN – Langkah berani diambil oleh tim investigasi Sultra Watch dalam mengawal peredaran bahan bakar minyak (BBM) industri di Sulawesi Tenggara.

Melalui aksi pembuntutan senyap (tailing) pada tengah malam, wartawan berhasil mengendus dan membongkar skandal pemuatan BBM oleh truk transportir PT Tiga Dara Perkasa di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

banner 325x300

“Aktivitas hilir-mudik minyak tersebut dilakukan dengan modus operandi yang sangat rapi: disamarkan di dalam sebuah lorong sepi berkedok kandang ayam besar yang diduga kuat milik seorang oknum anggota kepolisian.

Kini, alih fungsi lahan dan legalitas izin usaha peternakan tersebut dipertanyakan secara luas.

Kronologi Pembuntutan Senyap Tengah Malam

Aksi pembongkaran skandal ini bermula pada malam Senin, saat jurnalis Sultra Watch yang bersiaga di lapangan mendeteksi pergerakan satu unit mobil transportir tangki industri milik PT Tiga Dara Perkasa yang melaju mencurigakan.

” Menaruh kecurigaan tinggi, jurnalis melakukan pembuntutan secara senyap dari jarak aman untuk melacak ke mana pasokan BBM tersebut diarahkan.

Tepat tidak jauh dari SPBU amoito ,truk transportir tersebut mendadak berbelok meninggalkan jalur utama dan merangsek masuk ke dalam sebuah lorong sepi di wilayah Ranomeeto.

Saat jurnalis menyusup ke area dalam lorong, pemandangan mengejutkan terpampang di depan mata.

Truk tersebut berhenti di sebuah bangunan kandang ayam berukuran besar yang sengaja dijadikan tameng atau kamuflase.

” Bukannya aktivitas peternakan, di balik bau menyengat tersebut justru terdapat instalasi penampungan BBM ilegal berupa tandon-tandon dan drum raksasa.

Truk transportir tersebut menghabiskan waktu selama beberapa jam di dalam lokasi untuk melakukan transfer atau pemuatan BBM, sebelum akhirnya keluar lorong pada pukul 00:20 WITA menuju jalan poros arah Kota Kendari.

Kedok Kandang Ayam Oknum Polisi dan Izin yang Dipertanyakan

Pasca-truk transportir meninggalkan lokasi, jurnalis Sultra Watch langsung bergerak mengumpulkan data lapangan dari lingkungan sekitar.

Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan pribadi, membenarkan status kepemilikan lokasi rahasia tersebut.

“Di dalam itu memang kandang ayam milik seorang anggota polisi,” ungkap warga tersebut memberikan kesaksian autentik.

Temuan ini langsung memicu gelombang tanda tanya besar mengenai legalitas operasional tempat tersebut.

Berdasarkan regulasi kedinasan dan tata ruang, keabsahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB/PBG), Izin Lingkungan (AMDAL/UKL-UPL), serta Izin Usaha Peternakan (IUP) di lokasi tersebut kini menjadi pertanyaan,?

Bagaimana mungkin fasilitas izin yang diterbitkan untuk sektor peternakan publik justru beralih fungsi menjadi gudang sirkulasi BBM industri di tengah malam?

Modus kamuflase kandang ayam diduga milik oknum polisi ini disinyalir kuat sengaja dirancang secara sistematis oleh oknum aparat tersebut guna menghindari radar pengawasan Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat, serta institusi penegak hukum.

“Ujian Transparansi dan Ketegasan Polda Sultra

Skandal dugaan penyalahgunaan wewenang dan alih fungsi izin berkedok kandang ayam ini menjadi tamparan keras bagi integritas penegakan hukum di Sulawesi Tenggara.

“Pihak redaksi Sultra Watch menegaskan tidak akan tinggal diam dan sedang merampungkan seluruh berkas dokumen investigasi, rekaman waktu, serta bukti visual di lapangan.

“Data investigasi ini akan segera dilayangkan sebagai laporan resmi sekaligus konfirmasi mutakhir kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Konawe Selatan, Ditreskrimsus, serta Bidang Propam Polda Sultra agar segera melakukan sidak, memasang garis polisi (police line), dan menindak tegas oknum anggota yang terlibat tanpa pandang bulu.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *