KENDARI, 24 September 2026 – Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (SEMA FUAD) UIN Sultan Qaimuddin Kendari sukses menandai dimulainya periode kepengurusan 2026–2027 dengan menyelenggarakan Seminar Parlemen Mahasiswa.
Acara yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) di Aula Perpustakaan UIN Kendari ini mengusung tema besar “Legislator Muda yang Kritis, Berintegritas, dan Berkarakter Islami dalam Mewujudkan Kebijakan Publik.”
Sebagai program kerja perdana di bawah kepemimpinan Ketua SEMA FUAD yang baru, Agustiana Amanda Putri, seminar ini dibuka secara resmi oleh Ketua SEMA UIN Kendari, Awal Hidayat. Forum ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa lintas perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, termasuk perwakilan dari Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), dan Universitas Lakidende (Unilaki).
Untuk membedah tema secara komprehensif, SEMA FUAD menghadirkan tiga narasumber kompeten yang mempertemukan perspektif akademis, penyelenggara pemilu, dan praktisi legislatif:
Dr. H. Muh. Ikhsan, S.Ag., M.Ag. (Direktur Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi UIN Kendari), mengulas pentingnya nilai-nilai Islam, demokrasi, musyawarah, dan integritas dalam organisasi kemahasiswaan. Beliau menekankan bahwa organisasi kampus adalah ruang awal bagi mahasiswa untuk belajar berargumentasi dan mengambil keputusan sebelum terjun ke dunia kepemimpinan yang lebih luas
.Dr. Andi Muh. Dzul Fadli, S.Sos., M.Si. (Komisioner KPU Konawe), memaparkan materi seputar pendidikan demokrasi dan pentingnya partisipasi politik mahasiswa demi mewujudkan iklim demokrasi kampus yang berkualitas.
Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si. (Anggota DPRD Sulawesi Tenggara), menjelaskan fungsi nyata lembaga legislatif dalam menyalurkan aspirasi masyarakat, menyusun regulasi (legislasi), serta menjalankan pengawasan terhadap kebijakan publik.
Ketua SEMA FUAD UIN Kendari, Agustiana Amanda Putri, menyatakan bahwa seminar ini sengaja dirancang bukan sekadar sebagai seremonial formalitas, melainkan sebuah pijakan awal kepengurusan untuk menghidupkan iklim intelektual di lingkungan kampus.”
Bagi kami ini bukan hanya sekadar sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi langkah awal membangun ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan wawasan mahasiswa dalam kehidupan organisasi dan parlemen kampus,” ujar Agustiana.
Ia berharap lewat forum ini, mahasiswa semakin berani menyuarakan gagasan kritis yang konstruktif dan bertanggung jawab.Respon positif juga datang dari peserta, salah satunya Muldianto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Kendari. ”
Dengan pemateri yang membuka ruang diskusi, kegiatan kali ini bukan formalitas belaka, melainkan menjadi wadah nyata untuk saling bertukar pikiran dan mengedepankan nilai integritas,” ungkapnya.
Melalui Seminar Parlemen Mahasiswa ini, SEMA FUAD UIN Kendari periode 2026–2027 berkomitmen untuk terus merawat budaya berpikir kritis, meningkatkan partisipasi aktif, dan menanamkan tanggung jawab moral di kalangan generasi muda daerah


















