Selasa 25 Agustus 2026
KENDARI — Seorang pemuda bernama Ilham diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang mendatangi kamar kosnya. Di lorong salangga kelurahan lalolara kec kambu pukul 04.00 WITA dinihari Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab atau motif di balik dugaan penyerangan tersebut.
Berdasarkan keterangan Ilham, dirinya terbangun setelah mendengar suara langkah kaki yang berlari dan kemudian berhenti tepat di depan kamar. Sekelompok orang tersebut kemudian diduga berteriak meminta agar pintu kamar dibuka.
«“Saya kebangun karena mendengar pijakan kaki yang lari kemudian berhenti di depan kamar saya. Mereka langsung bilang, ‘ini dia kamarnya, woy-woy, buka anjing,’ disertai dobrakan yang keras,” ujar Ilham.»
Ilham mengatakan saat itu dirinya bersama kakaknya berusaha menahan pintu dari dalam agar orang-orang tersebut tidak dapat masuk. Namun, menurut keterangannya, para pelaku kemudian diduga menggunakan linggis untuk merusak pintu hingga berhasil masuk ke dalam kamar.
Setelah berhasil masuk, Ilham mengaku dirinya kemudian mengalami penganiayaan. Ia menyebut sejumlah benda, di antaranya linggis, kapak, pipa dan parang, diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Ilham kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju gerbang asrama. Namun, menurut pengakuannya, dirinya kembali dihadang oleh sekelompok orang yang jumlahnya diperkirakan sekitar 20 orang.
“Sesampainya di gerbang asrama saya dihadang lagi oleh sekitar 20 orang yang merupakan kelompok dari pelaku. Di kejadian itu saya dipukuli menggunakan linggis, kapak dan parang,” kata Ilham.
Ilham menduga aksi tersebut bukan sekadar penganiayaan, tetapi terdapat indikasi adanya upaya yang membahayakan keselamatan dirinya. Meski demikian, dugaan mengenai motif maupun adanya rencana pembunuhan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan proses hukum oleh pihak berwenang.
Atas kejadian tersebut, Ilham menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak kepolisian. Ia meminta aparat segera melakukan penyelidikan secara objektif, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, mengamankan barang bukti, serta mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana.
“Kami menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian. Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Ilham.
Hingga berita ini disusun, motif pasti penyerangan serta identitas seluruh orang yang diduga terlibat masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.


















