Kendari, – Aliansi Pemerhati Hutan dan Pertambangan (APH-P) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Polda Sultra segera menyelidiki dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dikaitkan dengan PT Bosowa Mining dan PT Sukses Harmoni Energi Sejati (SHES) di Kabupaten Konawe Utara.
Ketua APH-P Sultra, Agusta, menilai perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut perlu mendapat perhatian serius. Ia meminta kepolisian memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut laporan yang disebut telah masuk ke aparat penegak hukum.
“Semestinya pihak kepolisian segera menindaklanjuti dugaan ini. Kami tidak menginginkan persoalan ini ditangani secara serampangan, tetapi kami meminta adanya perkembangan yang jelas. Apalagi, persoalan ini bukan hanya kami yang menyoroti. Berdasarkan informasi yang kami miliki, sudah ada beberapa laporan yang masuk ke kepolisian,” kata Agusta.
Ia juga mempertanyakan lambatnya perkembangan penanganan dugaan perkara tersebut. Menurutnya, kepolisian perlu menunjukkan komitmen dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran di sektor pertambangan.
“Kami ingin memastikan sejauh mana persoalan ini ditangani. Jangan sampai lambatnya perkembangan penanganan perkara menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Aparat penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan hukum ditegakkan secara transparan dan tanpa tebang pilih,” ujarnya.
Atas dasar itu, APH-P Sultra mendesak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra segera menyelidiki dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dikaitkan dengan kedua perusahaan tersebut.
Agusta mengatakan, pihaknya sebelumnya telah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polda Sultra. Dalam aksi itu, massa diterima oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Sultra untuk menyampaikan tuntutan dan hasil kajian mereka.
“Dalam pertemuan tersebut, seluruh poin hasil kajian kami telah disampaikan kepada pihak Ditreskrimsus Polda Sultra. Kami berharap apa yang sudah kami sampaikan segera ditindaklanjuti secara serius,” katanya.
APH-P Sultra menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut. Mereka juga mengancam kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah massa lebih besar apabila tidak ada tindak lanjut konkret dari kepolisian.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut yang konkret, kami pastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar,” pungkas Agusta










