KENDARI – Ketua Umum Pergerakan Rakyat Sulawesi Tenggara (PERAK SULTRA), Adi Saputra Jaya, melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari pada Selasa (14/04/2026). Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Andi Fahri.
Klarifikasi Isu Media Sosial
Selain bertujuan mempererat silaturahmi, agenda kunjungan ini difokuskan untuk melakukan klarifikasi terkait isu yang beredar luas di media sosial. Isu tersebut menyebutkan adanya dugaan pembiaran penggunaan telepon genggam (handphone) oleh narapidana di dalam Lapas Kelas IIA Kendari.
Menanggapi hal tersebut, KPLP Andi Fahri secara tegas membantah tuduhan yang beredar. Ia memastikan bahwa pengawasan di dalam lingkungan Lapas dilakukan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku.
“Isu yang beredar di media sosial itu sama sekali tidak benar. Kami selalu memberikan arahan tegas kepada komandan regu agar seluruh anggota melakukan penjagaan ketat selama 1×24 jam tanpa celah,” ujar Andi Fahri dengan nada lugas.
Ajakan Kepada Masyarakat
Senada dengan pihak Lapas, Adi Saputra Jaya menyatakan bahwa setelah berdialog dan melihat situasi langsung, pihaknya menyimpulkan bahwa kabar tersebut tidak berdasar.
“Kami sudah melakukan klarifikasi langsung dengan pejabat Lapas Kelas IIA Kendari. Dari hasil pertemuan ini, kami memastikan bahwa isu mengenai pembiaran penggunaan handphone tersebut hanyalah hoaks,” jelas Adi Saputra Jaya.
Di akhir kunjungannya, Ketua Umum PERAK SULTRA mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Tenggara agar lebih bijak dalam menyerap informasi di media sosial, terutama yang menyangkut nama baik instansi atau lembaga negara.tutupnya


















