Muna Barat, – Solidaritas Perjuangan Pemerhati Gizi (SPPG) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) menutup dapur SPPG Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat.
Desakan tersebut menyusul dugaan pendistribusian makanan yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Pasalnya Diduga ditemukan helai rambut dan lipan dalam menu makanan yang telah disajikan kepada siswa.
Temuan tersebut juga menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa terhadap pelayanan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
“Kami mendapatkan informasi bahwa banyak orang tua siswa yang mengeluhkan makanan yang disajikan. Keluhan tersebut didasari oleh temuan helai rambut, lipan, serta dugaan menu makanan yang tidak sesuai dengan standar,” ujar Ashar.
Atas dasar Dugaan temuan dan keluhan tersebut, SPPG Sultra menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai berikut.
Pertama, mendesak Badan Gizi Nasional Wilayah Sulawesi Tenggara untuk mengevaluasi dan menutup dapur SPPG Kecamatan Lawa.
Kedua, meminta Pemerintah Kabupaten Muna Barat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dapur SPPG Kecamatan Lawa.
Ketiga, mendesak pihak terkait yang berwenang untuk menutup dapur SPPG Kecamatan Lawa sebelum terjadi korban keracunan akibat dugaan pengelolaan makanan yang tidak higienis.
SPPG Sultra menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk desakan agar pihak berwenang segera mengambil tindakan terhadap dugaan permasalahan dalam pengelolaan makanan MBG di Kecamatan Lawa, sehingga kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan kepada siswa dapat terjamin..085705375138
Narasumber : Ashar Darla


















