banner 728x250

Misrawati Keberatan Atas Narasi Sensitif Mantan Suami di Medsos, Sebut Rugikan Nama Baik Keluarga

banner 120x600
banner 468x60

Kendari, — Misrawati menyampaikan rasa kecewa yang mendalam atas adanya unggahan di media sosial yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya berinisial SH, yang memuat foto dirinya disertai kalimat-kalimat yang menurutnya tidak pantas serta menyerang harkat dan martabatnya.

Saat di wawancarai misrawati Mengungkapkan, Dugaan pencemaran nama baik tersebut terjadi pada tahun 2026 dengan menggunakan akun Facebook berinisial (SP) yang digunakan oleh mantan suaminya, kemudian ia membuat unggahan yang menuduh dirinya Dengan menggunakan kalimat sensitif dan mengarah ke ranah pribadi. Ungkapnya

banner 325x300

“Iya mengunggah postingan disertai foto dan kalimat yang kurang pantas kepada saya, dan itu menjurus ke hal yang begitu sensitif dan itu lebih dari 1 kali”

Selain persoalan unggahan tersebut, Misrawati menyampaikan adanya dugaan pengancaman yang ditujukan kepada anak dan keluarganya. Menurutnya, persoalan pribadi antara dirinya dan mantan suami semestinya tidak melibatkan anak maupun anggota keluarga lainnya, terlebih jika disertai ucapan atau tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut dan tekanan.

“Saya sangat menyayangkan dengan adanya  ancaman yang ditujukan kepada anak dan keluarga saya. Persoalan antara saya dan mantan suami seharusnya tidak menyeret anak maupun keluarga,” ujar Misrawati.

Misrawati mengatakan keberatan dengan narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut. Ia menilai informasi yang beredar dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat dan mencoreng nama baiknya.

“Saya dengan tegas mengatakan sangat keberatan dengan segala tuduhan maupun narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut, karna  berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap diri saya,” tegas Misrawati.

Misrawati juga sangat menyayangkan tindakan yang dinilainya telah membawa persoalan pribadi ke ruang publik, terlebih dengan menyebarluaskan foto serta pernyataan yang dapat merendahkan atau mempermalukan seseorang.

Menurutnya, penyebaran foto dan kalimat-kalimat yang tidak pantas tersebut telah menimbulkan kerugian, baik secara moral, psikologis, maupun terhadap reputasi dan nama baiknya di lingkungan keluarga, masyarakat.

“Saya berharap masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi tersebut sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. Saya juga meminta agar anak dan keluarga saya tidak dilibatkan dalam persoalan pribadi ini,” kata Misrawati.

Misrawati mengimbau agar persoalan pribadi tidak dijadikan alasan untuk melakukan serangan terhadap harkat dan martabat seseorang di ruang publik, apalagi sampai menimbulkan rasa takut atau tekanan terhadap anak dan keluarga.

“Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan terhadap nama baik dan kehormatannya. Begitu pula anak-anak dan keluarga yang semestinya tidak menjadi sasaran atau korban dari persoalan pribadi orang dewasa,” tambahnya.

Misrawati menyatakan akan menempuh langkah-langkah yang dianggap perlu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku apabila dugaan ancaman maupun penyebaran informasi yang merugikan tersebut terus berlanjut.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana dan tidak terus berkembang menjadi penyebaran informasi maupun tindakan lain yang dapat merugikan dirinya, anak, dan keluarganya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *