banner 728x250

Pemkab Konawe Selatan Gelar Aksi Serentak PSN 3M Plus Peringati ASEAN Dengue Day 2026

banner 120x600
banner 468x60

KONAWE SELATAN – Dalam rangka memperingati ASEAN Dengue Day yang jatuh tepat hari ini, Senin (15/6/2026), Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas Kesehatan menginisiasi gerakan masif pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebanyak 26 puskesmas di seluruh wilayah kerja Kabupaten Konawe Selatan bergerak serentak melaksanakan Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Momentum Memutus Mata Rantai DBD

banner 325x300

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menegaskan bahwa peringatan tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum krusial untuk memperkuat langkah nyata dalam memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.

“DBD masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, peringatan ASEAN Dengue Day harus menjadi penggerak semangat kita semua untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk dari rumah masing-masing,” ujar Nurlita.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci

Menyadari bahwa pengendalian penyakit menular memerlukan dukungan multipihak, Nurlita menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, hingga setiap elemen warga. Ia menegaskan bahwa efektivitas pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah desa, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama. Satu lingkungan yang bersih dapat menyelamatkan banyak keluarga dari risiko Demam Berdarah Dengue,” tambahnya.

Aksi Nyata Dimulai dari Rumah

Gerakan PSN 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, ditambah langkah pencegahan lainnya) yang dilaksanakan secara serentak di 26 puskesmas ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik secara signifikan.

Nurlita menutup imbauannya dengan ajakan tegas agar warga menjadikan PSN 3M Plus sebagai gaya hidup rutin, bukan hanya saat peringatan ASEAN Dengue Day. “Mari jadikan ASEAN Dengue Day bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi sebagai gerakan nyata yang dimulai dari rumah, lingkungan, dan diri kita sendiri. Bersama, kita bisa melawan DBD dan melindungi masyarakat Konawe Selatan,” pungkasnya.

 

Editor:lim

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *