banner 728x250

Bantuan Pendidikan Rp216 Juta Disoal, Sultra-CW Minta Aparat Periksa Kepala Sekolah KB Aisyiyah 3 Baruga

banner 120x600
banner 468x60

KENDARI — Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan alokasi tambahan dana sebesar Rp500 miliar dari pagu anggaran nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna mengakselerasi perbaikan sekolah rusak pada tahun anggaran 2026. Kendati demikian, alokasi yang diharapkan mampu mendongkrak mutu fasilitas pendidikan ini justru memicu polemik di tingkat tapak.

Sorotan tajam dialamatkan pada proyek rehabilitasi dan pembenahan fasilitas Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah 3 Baruga yang menerima kucuran anggaran senilai Rp216.165.258. Berdasarkan hasil investigasi lapangan oleh Sulawesi Tenggara Corruption Watch (Sultra-CW), kondisi fisik bangunan sekolah tersebut dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran yang digelontorkan.

banner 325x300

Eksekutif Investigasi Sultra-CW, Alim, menyatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya penyelewengan dana dalam proyek renovasi tersebut. Dari pengamatan visual secara kasat mata, bangunan fisik TK/PAUD tersebut tampak masih menyerupai kondisi awalnya dan tidak mencerminkan adanya pengerjaan yang sesuai dengan nilai anggaran ratusan juta rupiah yang diturunkan pemerintah.

“Kami melihat secara kasat mata bahwa ada dugaan anggaran ratusan juta rupiah ini tidak digunakan sepenuhnya. Bangunan TK PAUD tersebut masih seperti bangunan awal, tidak dikerjakan sesuai dengan anggaran yang telah diturunkan oleh pemerintah,” tegas Alim di Kendari, Jumat (11/9/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, Sultra-CW secara resmi melayangkan dua tuntutan mendesak kepada instansi pengawas dan penegak hukum:

Meminta Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sultra untuk segera membentuk tim satuan tugas (satgas) guna melakukan audit investigatif atas penggunaan anggaran negara pada proyek tersebut.

Meminta pihak berwenang untuk memeriksa Kepala Sekolah KB Aisyiyah 3 Baruga yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang demi memperkaya diri sendiri.

Kepala Sekolah Bungkam dan Blokir Kontak Jurnalis

Upaya konfirmasi dan perimbangan berita (cover both sides) yang coba dilakukan oleh awak media kepada pihak sekolah justru menemui jalan buntu. Kepala Sekolah KB Aisyiyah 3 Baruga dilaporkan memblokir nomor WhatsApp jurnalis saat hendak dikonfirmasi terkait polemik anggaran ini. Sikap tertutup tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pimpinan sekolah bersikap anti-kritik dan alergi terhadap kontrol sosial media.

Sultra-CW menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara di sektor pendidikan.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *