KENDARI — Aliansi Pemerhati Hutan dan Pertambangan (APH-P) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara. Aksi tersebut menyoroti dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dikaitkan dengan PT Bosowa Mining, serta dugaan keterlibatan PT Sukses Harmoni Energi Sejati (SHES) di wilayah Kabupaten Konawe Utara.
Dalam aksinya, massa mendesak Polda Sultra segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan tersebut karena dinilai telah melanggar hukum dan merusak lingkungan.
Koordinator lapangan aksi, Agusta, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam berdasarkan informasi publik dan menemukan sejumlah kejanggalan yang perlu segera ditelusuri oleh aparat penegak hukum.
“Kami meminta Polda Sulawesi Tenggara turun langsung menyelidiki dugaan aktivitas pertambangan ilegal di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bosowa Mining, serta memeriksa keterlibatan PT SHES dalam aktivitas tersebut,” ujar Agusta dalam orasinya.
Berdasarkan data dan pemberitaan yang dihimpun oleh aliansi, terdapat pembukaan kawasan hutan yang diduga kuat berada di luar wilayah konsesi IUP. Selain itu, ditemukan kubangan besar serta dua unit ekskavator yang bertuliskan PT SHES pada badan alat berat tersebut.
“Hal inilah yang kemudian kami minta kepada pihak kepolisian untuk diperiksa dan dipastikan kebenarannya secara hukum,” tegas Agusta.
APH-P Sultra menilai keberadaan alat berat dan aktivitas pembukaan lahan tersebut perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan secara langsung. Langkah ini penting untuk memastikan status kawasan, legalitas kegiatan, kelengkapan dokumen perizinan, serta mendata pihak yang menguasai dan mengoperasikan alat berat di lokasi tersebut.
Oleh karena itu, mereka mendesak Ditreskrimsus Polda Sultra untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk memperjelas hubungan kerja sama antara PT Bosowa Mining dan PT SHES dalam proyek tersebut.
Di tengah jalannya aksi, perwakilan massa akhirnya ditemui langsung oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra untuk melakukan audiensi.
“Kami sudah menyampaikan seluruh poin hasil kajian kami kepada pihak Ditreskrimsus Polda Sultra. Kami sangat berharap informasi dan laporan ini benar-benar ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan yang transparan dan akuntabel,” lanjut Agusta setelah pertemuan.
Massa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan tidak segan untuk kembali turun ke jalan jika tidak ada perkembangan penanganan yang jelas dari aparat kepolisian.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut yang konkret, kami pastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar,” pungkasnya.






