banner 728x250

Dinas Kesehatan Konsel Kick Off Tracing TB Terintegrasi CKG, Perkuat Deteksi Dini Menuju Eliminasi Tuberkulosis 2030

banner 120x600
banner 468x60

KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Dinas Kesehatan resmi memulai pelaksanaan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis memperkuat deteksi dini penyakit Tuberkulosis di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut ditandai dengan Kick Off Launching yang dipusatkan di Kecamatan Andoolo pada Selasa (4/8/2026).

Peluncuran program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer sekaligus mempercepat pencapaian target nasional eliminasi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030.

banner 325x300

Pada tahap awal, pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi CKG menyasar empat lokus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Amondo, Puskesmas Andoolo, dan Puskesmas Andoolo Utama. Selanjutnya, kegiatan serupa akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau 37 lokus yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan pelacakan kontak (contact tracing) penderita Tuberkulosis dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menurutnya, integrasi kedua program tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penemuan kasus TB secara aktif sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat.

“Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB dapat segera diperiksa. Dengan deteksi dini, pengobatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan. Di saat yang sama, masyarakat juga memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit lainnya,” ujar Nurlita.

Ia menuturkan, Tuberkulosis hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian serius di Indonesia. Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat TB menunjukkan bahwa upaya penanggulangan harus dilakukan secara lebih agresif melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Karena penularan TB terjadi melalui percikan udara (droplet) saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara, maka anggota keluarga yang tinggal serumah maupun individu yang sering berinteraksi dengan pasien memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular.

Melalui kegiatan tracing yang dipadukan dengan layanan CKG, masyarakat tidak hanya menjalani skrining gejala Tuberkulosis, tetapi juga memperoleh pemeriksaan kesehatan sesuai standar paket Cek Kesehatan Gratis. Pemeriksaan tersebut meliputi penilaian kondisi kesehatan umum, identifikasi faktor risiko penyakit tidak menular, edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pemberian rujukan apabila ditemukan indikasi penyakit lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pendekatan terpadu ini diyakini mampu meningkatkan cakupan penemuan kasus TB secara aktif, mempercepat proses pengobatan pasien, mengurangi risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Konawe Selatan secara menyeluruh.

Selain menjadi strategi pengendalian Tuberkulosis, pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi CKG juga merupakan implementasi nyata transformasi layanan kesehatan primer yang saat ini menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, mudah diakses, berkesinambungan, serta berorientasi pada upaya pencegahan penyakit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan program ini dengan tidak ragu mengikuti pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB.

Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis sekaligus mewujudkan Konawe Selatan yang lebih sehat.

Program Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah sekaligus mendukung terwujudnya target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *