Kendari – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan menyelenggarakan Rapat Advokasi, Koordinasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada 22–23 Juli 2026di Hotel Fortune Kendari. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Konawe Selatan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 195 peserta yang berasal dari berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan mitra lintas sektor, terdiri atas 25 Camat, 25 Ketua TP PKK Kecamatan, 18 Tim Rumah Sakit Daerah (RSD) Konawe Selatan, 52 perwakilan Puskesmas, 26 peserta lintas program Dinas Kesehatan, 10 perwakilan Klinik Swasta dan Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), serta perwakilan KPAI, IBI, PPNI, Kantor Kementerian Agama, Kantor Kementerian Haji, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pemadam Kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pokja IV TP PKK, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Melalui forum ini, Dinas Kesehatan Konawe Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
Adapun tujuan utama kegiatan ini meliputi:
- Meningkatkan komitmen dan dukungan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
- Menyamakan persepsi para pemangku kepentingan terhadap kebijakan, strategi, dan program P2P.
- Memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarinstansi, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan mitra terkait.
- Mensosialisasikan kebijakan, pedoman, serta program terbaru di bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
- Meningkatkan peran aktif pemerintah, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mendukung program P2P.
- Mengidentifikasi berbagai permasalahan dan tantangan di lapangan sekaligus menyusun langkah tindak lanjut secara bersama.
- Mendorong penguatan sistem surveilans, deteksi dini, respons cepat terhadap kejadian penyakit, serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
- Meningkatkan efektivitas pelaksanaan program P2P melalui sinergi dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan sistem pencegahan dan pengendalian penyakit yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Konawe Selatan.


















