banner 728x250

Perkuat Sinergi, Dinkes Konawe Selatan dan BKK Kendari Tingkatkan Kewaspadaan Dini Terhadap Virus Ebola dan Hantavirus

banner 120x600
banner 468x60

ANDOOLO, 12 Juni 2026 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi potensi ancaman penyakit infeksi emerging global. Pada Kamis (11/6/2026), Dinkes Konawe Selatan menggelar Rapat Koordinasi Program Kekarantinaan Kesehatan bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kendari untuk memperkuat sistem deteksi dini di wilayah tersebut.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular berisiko tinggi, khususnya terkait kewaspadaan terhadap Virus Ebola dan Hantavirus yang belakangan menjadi perhatian dunia.

banner 325x300

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya, S.Sos., M.Kes., menegaskan bahwa kesiapsiagaan daerah adalah benteng utama dalam mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi menimbulkan dampak luas.

“Koordinasi dengan BKK sangat krusial untuk memastikan seluruh jajaran kesehatan memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam melakukan deteksi dini, pelacakan, serta penanganan kasus. Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar risiko penyebaran dapat diminimalisir,” ujar Nurlita dalam keterangannya.

Nurlita menambahkan, penguatan sistem kewaspadaan ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan peran aktif masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah konkret terkait penguatan surveilans, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penyelarasan mekanisme pelaporan dan respons cepat. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman penyakit yang berisiko masuk melalui mobilitas penduduk, perjalanan internasional, maupun jalur transportasi laut dan udara di wilayah Konawe Selatan.

Senada dengan hal tersebut, pihak BKK Kelas I Kendari menekankan bahwa pengawasan terhadap penyakit infeksi emerging terus diperketat, baik di pintu masuk negara maupun wilayah. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah menjadi komponen vital dalam membangun sistem respons yang cepat dan terintegrasi secara nasional.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Kementerian Kesehatan RI tahun 2026 yang tengah memperkuat sistem surveilans di berbagai pintu masuk negara, menyusul meningkatnya perhatian dunia terhadap penyebaran Hantavirus dan perkembangan kasus Ebola di Afrika.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan berkomitmen mewujudkan sistem kewaspadaan kesehatan yang lebih responsif dan tangguh, demi melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular dan mendukung ketahanan kesehatan di masa depan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *