banner 728x250

RSUD Muna Barat Rp158 Miliar: Proyek Strategis atau Proyek yang Minim Transparansi?

banner 120x600
banner 468x60

MUNA BARAT – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Muna Barat menilai berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat terkait pembangunan RSUD Muna Barat senilai sekitar Rp158 miliar bukanlah kecurigaan yang lahir tanpa dasar. Menurut LIRA, terdapat sejumlah fakta yang patut dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang lebih luas.

Bupati LIRA Muna Barat, Dedy Walengke saat ditemui awak media di Warung Kopi (Kota Kendari) mengatakan proyek bernilai ratusan miliar rupiah semestinya menjadi proyek yang paling mudah diawasi publik. Namun yang terjadi justru sebaliknya, sejumlah informasi mendasar mengenai proses pengadaan dan pelaksanaan proyek dinilai belum tersampaikan secara memadai.

banner 325x300

“Kecurigaan publik tidak muncul dari ruang kosong. Ketika proyek bernilai ratusan miliar berjalan tetapi informasi mengenai proses tender, hasil evaluasi, kualitas material, dan dokumen lingkungan sulit diketahui masyarakat, maka wajar apabila publik mulai bertanya” terangnya (16/6).

Menurut Dedy, salah satu hal yang perlu dijelaskan adalah perbedaan angka anggaran yang pernah muncul dalam berbagai pernyataan resmi. Pada tahap awal, nilai bantuan pembangunan RSUD pernah disebut mencapai sekitar Rp170,3 miliar, sedangkan pada tahap pelaksanaan angka yang disampaikan berada di kisaran Rp158 miliar.

“Publik berhak mengetahui apa yang berubah, komponen mana yang berubah, dan apa dampaknya terhadap pekerjaan. Ketika terdapat perbedaan angka tetapi penjelasannya tidak tersampaikan secara luas, ruang pertanyaan akan terus muncul” katanya.

LIRA juga menyoroti belum terbukanya informasi rinci mengenai proses tender. Menurutnya, masyarakat belum mengetahui secara jelas jumlah peserta yang mengikuti tender, nilai penawaran masing-masing peserta, hasil evaluasi teknis, maupun dasar penetapan pemenang.

Di sisi lain, aspek kualitas pekerjaan juga dinilai perlu mendapat perhatian. Hingga saat ini belum terlihat publikasi terbuka mengenai hasil uji mutu beton, hasil pengujian material utama, maupun laporan pengawasan konstruksi yang dapat meyakinkan masyarakat bahwa pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi.

Tidak hanya itu, LIRA mempertanyakan aspek persetujuan lingkungan yang menjadi syarat penting bagi pembangunan dan operasional rumah sakit. Kejelasan mengenai dokumen lingkungan, pengelolaan limbah medis, serta sistem pengolahan air limbah dinilai perlu disampaikan kepada masyarakat.

“Kami tidak menyimpulkan telah terjadi pelanggaran. Namun fakta-fakta tersebut cukup menjadi alasan bagi publik untuk meminta audit terbuka dan penjelasan yang lebih komprehensif. Semakin besar nilai proyek, semakin kecil ruang yang boleh dibiarkan tanpa penjelasan” jelasnya.

Menurut LIRA, cara paling efektif menghentikan berbagai dugaan yang berkembang bukan melalui pernyataan normatif, melainkan melalui pembukaan dokumen, data, dan hasil pengawasan kepada publik.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *