banner 728x250

Warga Puuwatu Keluhkan Banjir dan Lumpur Diduga Akibat Pembangunan BTN RINSU, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

banner 120x600
banner 468x60

Kendari – Warga Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, mengeluhkan dampak banjir yang terus terjadi pasca aktivitas pembangunan perumahan BTN RINSU di wilayah tersebut. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian besar akibat banjir yang disertai lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pembukaan dan penggusuran lahan untuk pembangunan perumahan.

Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan yang dihimpun dari sejumlah korban terdampak, banjir yang sebelumnya jarang terjadi kini menjadi ancaman setiap kali hujan turun. Warga menilai kondisi tersebut mulai dirasakan sejak adanya aktivitas pembangunan perumahan BTN RINSU di kawasan sekitar permukiman mereka.

banner 325x300

Salah seorang warga yang menjadi korban banjir mengungkapkan bahwa sebelum adanya pembangunan tersebut, wilayah mereka tidak pernah mengalami banjir separah sekarang. Namun setelah dilakukan pematangan lahan dan penggusuran tanah, air hujan yang membawa material lumpur dengan cepat mengalir ke area permukiman warga.

“Dulu tidak pernah seperti ini. Sekarang kalau hujan turun, air dan lumpur langsung masuk ke rumah-rumah warga. Kami menduga ini terjadi sejak adanya pembangunan BTN RINSU,” ungkap salah seorang warga.

Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya ikan di sekitar lokasi. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kehilangan ribuan ekor ikan yang dipelihara di tambaknya akibat luapan air banjir.

“Dalam satu petak empang saya ada sekitar 3.000 ekor ikan yang lepas akibat banjir. Sementara saya memiliki 11 petak empang. Kerugian yang saya alami sangat besar karena seluruh ikan hanyut terbawa arus,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan. Bahkan, salah seorang warga terpaksa membangun pondasi darurat di sekitar halaman rumahnya guna menahan masuknya air dan lumpur saat hujan turun.

Menurut pengakuan warga, setiap hujan dengan intensitas rendah sekalipun kini berpotensi menyebabkan genangan air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah. Ketinggian air bahkan disebut dapat mencapai di atas lutut orang dewasa.

Akibat banjir yang berulang, sejumlah peralatan rumah tangga warga mengalami kerusakan karena terendam air. Beberapa barang elektronik seperti televisi, spring bed, kulkas, hingga mesin cuci dilaporkan rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

“Setiap hujan kami selalu waspada. Air masuk sangat cepat dan membawa lumpur. Banyak barang-barang di rumah yang rusak karena terendam. Kami merasa sangat dirugikan,” kata warga lainnya.

Masyarakat Kelurahan Puuwatu kini berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak pengembang BTN RINSU segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan tersebut. Warga juga meminta adanya solusi konkret untuk mencegah banjir berulang serta pertanggungjawaban atas kerugian yang telah dialami masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu respons dan langkah nyata dari pihak pengembang maupun pemerintah guna mengatasi persoalan banjir dan sedimentasi lumpur yang terus menghantui permukiman mereka setiap kali hujan turun.

Pihak rinsu residence belum memberikan jawaban ,media ini klarifikasi melalui via WhatsApp.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *