banner 728x250

Kemerdekaan Setengah Matang: Antara Proyek Perut dan Komersialisasi Kampus!

banner 120x600
banner 468x60

Kendari, 18 Agustus 2026 — Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan para pahlawan. Momen ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

 

banner 325x300

Kemerdekaan harus mampu dirasakan dalam kehidupan nyata seluruh masyarakat, termasuk dalam ruang pendidikan dan kehidupan mahasiswa. Esensi merdeka tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian aspek atau kaum elite semata. Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara bendera, perlombaan, dan seremonial tahunan, melainkan harus memiliki makna yang jauh lebih substantif.

 

Rakyat harus merasakan keadilan nyata. Mahasiswa harus memiliki kebebasan akademik dan ruang demokrasi yang sehat. Masyarakat kecil harus mendapatkan kesempatan ekonomi yang layak, serta setiap warga negara wajib memiliki hak yang sama di hadapan hukum.

Justru di usia Indonesia yang ke-81 tahun ini, kita harus semakin berani melakukan evaluasi terhadap arah keberpihakan kebijakan pemerintah. Hari ini, kita menyaksikan ironi besar dalam skala nasional maupun daerah.

 

Pemerintah pusat tampak lebih jorjoran mengedepankan anggaran untuk proyek kosmetik seperti Makan Bergizi Gratis, sementara komitmen untuk mewujudkan pendidikan gratis secara total bagi seluruh anak Indonesia seolah dikesampingkan. Sektor pendidikan yang merupakan fondasi jangka panjang bangsa justru dianaktirikan demi program jangka pendek yang sarat akan pencitraan politik.

 

Kondisi tersebut diperparah oleh tumpulnya kebijakan di tingkat lokal Sulawesi Tenggara. Di tengah mahalnya biaya kuliah, program beasiswa daerah yang pernah dijanjikan oleh Gubernur Sultra sebelum terpilih pun hingga kini jalan di tempat dan belum menemukan titik temu. Janji-janji kesejahteraan pendidikan menguap begitu saja setelah kursi kekuasaan diraih.

 

“Kemerdekaan seharusnya memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat, mendapatkan pendidikan yang layak, memperoleh keadilan, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, semangat kemerdekaan harus terus dijaga melalui keberanian untuk bersuara dan berpikir kritis. Kita harus berani menggugat prioritas anggaran pemerintah yang keliru, di mana isi perut dikedepankan melainkan isi kepala anak bangsa diabaikan melalui komersialisasi pendidikan,” ujar Candra.

 

Di usia Indonesia yang ke-81 tahun, kita tidak boleh lagi sekadar bertanya tentang apa yang telah diberikan bangsa kepada kita. Sebaliknya, kita harus memiliki jiwa nasionalisme yang murni untuk mengabdi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.

 

Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagai bagian dari kelompok intelektual. Kampus tidak boleh merosot hanya menjadi tempat berburu gelar akademik. Kampus harus tetap menjadi ruang subur bagi tumbuhnya keberanian, kepedulian sosial, iklim demokrasi, dan episentrum perjuangan melawan ketidakadilan serta kebijakan penguasa yang tuna-keberpihakan.

 

Oleh karena itu, momentum 17 Agustus harus menjadi pengingat keras bahwa perjuangan belum usai. Jika dahulu para pahlawan berjuang mengangkat senjata melawan penjajah, maka hari ini generasi muda harus berjuang melawan kebodohan, ketimpangan, korupsi, ketidakadilan, serta janji-janji manis politik yang kerap mengorbankan masa depan pendidikan anak bangsa. Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari belenggu fisik, tetapi tentang memastikan setiap anak daerah memiliki hak untuk hidup layak, memperoleh pendidikan berkualitas yang sepenuhnya gratis, mendapatkan keadilan hukum, dan menyampaikan kebenaran tanpa rasa takut.

 

“Sebagai mahasiswa dan bagian dari generasi penerus bangsa, mari kita rawat kemerdekaan ini dengan intelektualitas, integritas, keberanian, dan keberpihakan yang tegas kepada kepentingan rakyat. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81,” tambah Candra.

 

Merdeka bukan sekadar kata yang diteriakkan, melainkan tanggung jawab besar yang harus terus kita perjuangkan bersama.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *