banner 728x250

Dinas Kesehatan Konsel melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait

banner 120x600
banner 468x60

KONAWE SELATAN,– Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memberikan klarifikasi terkait informasi dan keluhan masyarakat yang beredar di media sosial mengenai pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) BLUD UPTD Puskesmas Andoolo pada 31 Agustus 2026.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Kesehatan Konsel melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk menelusuri pelayanan yang diterima pasien di Puskesmas Andoolo maupun RSUD Konawe Selatan.

banner 325x300

Kepala Dinas Kesehatan Konsel, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes., melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr. Susman Sjarif, S.KM., M.Kes., mengatakan berdasarkan hasil investigasi, pasien datang ke UGD Puskesmas Andoolo sekitar pukul 07.00 WITA dengan keluhan demam dan nyeri kepala.

Petugas kemudian melakukan skrining atau pemeriksaan awal terhadap kondisi pasien. Berdasarkan hasil triase tersebut, pasien dinilai tidak termasuk kategori kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera melalui layanan UGD.

Atas pertimbangan tersebut, pasien diarahkan mengikuti alur pelayanan melalui pendaftaran Poli Umum. Petugas juga disebut mengantar pasien ke ruang pendaftaran sekaligus membantu proses pendaftaran.

“Berdasarkan hasil investigasi, hasil triase atau pemeriksaan awal oleh petugas tidak termasuk kategori kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera,” jelas Susman Sjarif dalam keterangannya.

Dinas Kesehatan Konsel selanjutnya menelusuri pelayanan yang diterima pasien setelah berada di UGD RSUD Konawe Selatan.

Berdasarkan data pelayanan yang diperoleh, pasien masuk UGD RSUD sekitar pukul 07.50 WITA dengan keluhan sakit kepala berat disertai mual dan muntah.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan darah lengkap melalui laboratorium. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kondisi hasil laboratorium pasien dinyatakan baik. Namun, suhu tubuh pasien tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 39 derajat Celsius.

Setelah mendapatkan penanganan dan terapi, kondisi pasien dilaporkan membaik. Pasien kemudian menjalani observasi hingga sekitar pukul 14.00 WITA sebelum diperbolehkan pulang dan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.

Menurut Sekdis Kesehatan, pasien sempat meminta untuk menjalani rawat inap. Namun, petugas memberikan penjelasan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan kondisi klinis pasien, tidak ditemukan indikasi yang mengharuskan pasien menjalani rawat inap sehingga disarankan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.

Dinas Kesehatan Konsel juga memberikan penjelasan terkait informasi yang berkembang mengenai adanya tindakan “melabrak” pasien oleh Kepala Puskesmas Andoolo.

Menurut hasil klarifikasi awal, kunjungan Kepala Puskesmas Andoolo ke RSUD Konawe Selatan dimaksudkan untuk menemui pasien yang sedang berada di UGD dalam rangka melakukan klarifikasi dan komunikasi terkait persoalan pelayanan yang sebelumnya terjadi.

Dinas Kesehatan menegaskan, kunjungan tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan intimidasi maupun konfrontasi terhadap pasien.

Dari hasil penelusuran Tim Dinas Kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Andoolo dan RSUD Konawe Selatan, ditemukan adanya miss komunikasi antara petugas dengan pasien.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan mencermati adanya miss komunikasi antara petugas dengan pasien,” kata Susman Sjarif.

Ia mengatakan, setiap keluhan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Karena itu, Puskesmas Andoolo diminta melakukan perbaikan dan pembinaan internal guna memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, humanis, sesuai standar, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.

Dinas Kesehatan Konsel juga mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Dinas Kesehatan berkomitmen menyelesaikan permasalahan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Konsel turut menyampaikan apresiasi terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Konawe Selatan. (Marwan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *