ANGATA,KONAWE SELATAN — Semangat gotong royong terpancar jelas di Desa Puao, Kecamatan Angata, pada Sabtu (9/5/2026). Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Puao sukses menggelar simulasi dan demo masak perdana sebagai langkah persiapan sebelum memulai pelayanan penuh bagi masyarakat.
Kegiatan ini mengusung filosofi yang kuat: “Bersama Belajar, Bersama Bertumbuh, Bersama Memberikan yang Terbaik.”
Dukungan Penuh dari Lintas Sektor
Simulasi ini bukan sekadar ajang masak-memasak, namun menjadi bentuk sinkronisasi program kesehatan di tingkat desa. Kehadiran tokoh penting menunjukkan betapa strategisnya peran Dapur SPPG ini, di antaranya:
Kepala Puskesmas Motaha, yang memberikan arahan teknis mengenai standar kebersihan dan komposisi gizi seimbang.
Kapolsek Angata, yang hadir memberikan dukungan moral serta memastikan keamanan dan ketertiban program sosial ini.
Kehadiran para pejabat tersebut memberikan kepercayaan diri bagi para pengelola bahwa langkah yang diambil Desa Puao berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Membuka Pintu Rezeki: Solusi Lapangan Kerja Baru
Salah satu dampak paling nyata yang dirasakan adalah munculnya secercah harapan bagi warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan. Pemerintah Desa Puao mencatat bahwa operasional dapur ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga kaum pemuda.
“Kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya Dapur SPPG ini, ibu-ibu dan pemuda di desa kami yang tadinya tidak ada kegiatan kini memiliki pekerjaan yang mulia—menyiapkan gizi untuk desa sendiri,” ungkap salah satu perwakilan pemerintah desa dengan nada bangga.
Berlatih Hari Ini untuk Pelayanan Esok Hari
Latihan intensif yang dilaksanakan pada 9 Mei 2026 ini dianggap sebagai “bekal” utama. Para karyawan SPPG dilatih untuk bekerja cepat, tepat, dan tetap mengedepankan cita rasa serta nilai gizi yang tinggi.
Beberapa poin penting dalam simulasi hari ini meliputi:
Standardisasi Menu: Memastikan setiap porsi memiliki takaran gizi yang konsisten.
Higiene Sanitasi: Penerapan protokol kebersihan ketat dalam pengolahan bahan makanan.
Manajemen Distribusi: Simulasi cara penyaluran makanan agar tetap segar saat sampai ke tangan warga.
Menuju Angata Sehat dan Mandiri,Dengan hadirnya Dapur SPPG di Desa Puao, diharapkan angka masalah gizi di wilayah Kecamatan Angata dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan aparat keamanan menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program ini.
Dapur SPPG Desa Puao kini siap melangkah, membawa perubahan kecil dari piring makan menuju perubahan besar bagi kesehatan bangsa.
Red:lim


















