banner 728x250

Puskesmas Benua terus meningkatkan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa

banner 120x600
banner 468x60

KONAWE SELATAN – Dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, Puskesmas Benua terus meningkatkan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa. Salah satunya melalui pembinaan kader Posyandu yang digelar di Desa Puosu, Kecamatan Benua, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (12/3/2026).

 

banner 325x300

Kegiatan pembinaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Benua, Marsuki, S.Kep., Ns., M.KM., dan diikuti sebanyak 13 kader kesehatan Desa Puosu.

 

Para kader ini memiliki peran strategis sebagai penggerak pelayanan kesehatan di tingkat desa sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Dinas Kesehatan Konawe Selatan, Nurlita Jaya, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di desa.

 

Selain memperkuat kapasitas kader, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan koordinasi antara Puskesmas dan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat.

 

Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Konawe Selatan dalam mewujudkan masyarakat yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SETARA).

 

Kepala Puskesmas Benua, Marsuki menjelaskan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan di tingkat desa.

 

“Tujuan utama pembinaan ini adalah meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara Puskesmas dan pemerintah desa. Kader kesehatan merupakan perpanjangan tangan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Marsuki kepada Lensainformasi.

 

Ia menjelaskan, melalui pembinaan ini pihak Puskesmas juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan yang telah berjalan di Posyandu, mulai dari pelayanan bagi bayi, balita, ibu hamil, hingga lansia.

 

Menurutnya, saat ini pelayanan Posyandu telah mengadopsi konsep pelayanan berdasarkan siklus hidup manusia, sehingga pelayanan tidak lagi terpisah seperti sebelumnya yang hanya berfokus pada kelompok tertentu.

 

“Dulu ada kader khusus balita, ibu hamil, atau lansia. Sekarang semuanya sudah terintegrasi dalam satu konsep kader kesehatan yang melayani seluruh siklus hidup manusia,” jelasnya.

 

Selain itu, pembinaan kader kesehatan juga diarahkan untuk mendukung penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dilaksanakan melalui Posyandu.

 

Keenam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta berbagai layanan dasar lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di desa.

 

Melalui penerapan SPM tersebut, Posyandu juga diharapkan dapat menjadi ruang aspirasi dan pengaduan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di desa.

 

Misalnya dalam bidang pendidikan, masyarakat dapat melaporkan apabila masih terdapat anak yang belum mendapatkan perlengkapan sekolah atau bantuan pendidikan.

 

Demikian pula dalam bidang perumahan, masyarakat dapat menyampaikan kondisi rumah yang belum layak huni atau belum memiliki fasilitas sanitasi seperti jamban.

 

Data yang dihimpun melalui Posyandu selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah desa untuk dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten maupun instansi terkait.

 

“Kami membuka ruang bagi masyarakat yang datang ke Posyandu untuk menyampaikan berbagai kondisi yang ada di desa. Data tersebut nantinya akan kami koordinasikan dengan pemerintah desa agar dapat ditindaklanjuti,” ungkap Marsuki.

 

Selain memperkuat pelayanan kesehatan, pembinaan ini juga menitikberatkan pada peningkatan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Marsuki mengungkapkan hingga saat ini masih ditemukan beberapa kasus persalinan yang dibantu oleh dukun. Karena itu, melalui kader kesehatan diharapkan sosialisasi kepada masyarakat dapat lebih masif dilakukan.

 

“Melalui kader kesehatan, kami berharap informasi ini dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat sehingga ibu hamil melakukan persalinan di fasilitas kesehatan dan ditangani oleh tenaga kesehatan yang kompeten,” katanya.

 

Ia menambahkan, pembinaan kader kesehatan ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Puosu, tetapi akan dilakukan secara bertahap di seluruh desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Benua.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kader kesehatan memiliki pemahaman yang sama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta mampu mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Benua.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *