SULTRA _Ketua pergerakan rakyat Sulawesi tenggara (PERAK SULTRA) siap tempu jalur hukum atas tindakan oknum marketing kredit plus yang melakukan penagihan secara tak beretika oleh pihak nasabah ini ceritanya
tanggal 27-maret 2026_pihak nasaba kredit plus mendapatkan WA dari pihak marketing kredit plus dengan menggunakan kata-kata kasar. Sedangkan pembayaran kredit sya baru telat 2 hari.
Ungkap”Yuliawaty nasaba kredit plus tak terima dengan perlakuan terhadap oknum inisial C marketing kredit plus yang melakukan penagihan secara tak beretika dengan mengunakan kata kasar , menyebutkan nenek moyang,juga pihak oknum tersebut menggunakan bahasa tekanan agar cepat membayar angsuran,padahal angsuran saya baru telat 2 hari lanjut
Sehingga nasabah tersebut memberitahukan kepada suaminya atas tidakan oknum marketing yang mencaci maki dirinya lewat via WhatsApp
Dengan tindakan tersebut Ketua perak sultra juga menduga adanya kerja sama Antara kepala toko vivo store inisial D dan marketing kredit plus inisial C untuk memasak debitur mengembalikan HP nasabah yang dimna secara regulasi perusahaan tmpat debitur melakukan kontrak blum memenuhi syarat untuk di lakukan ya penyitaan barang cicilan, sehingga ketua perak sultra menduga ada indikasi pengelapan barang cicilan milik kredit plus
“Ketua perak sultra jg mengecam tindakan marketing kredit plus yg melakukan penagihan tidak sesuai regulasi apa lagi turut sertanya kepala toko tempat debitur mengambil handphone bahkan sebelumnya ada ancaman dari pihak marketing dan kepala toko vivo Store apa bila. Debitur terlambat melakukan. Pembayaran maka pihak marketing akan memviralkan debitur tersebut, ujar korban
Tegas Ketua perak ADI SAPUTRA sultra meminta pihak OJK untuk segera melakukan pemanggilan oleh oknum Marketing kredit plus untuk di berik
an sanksi,


















