banner 728x250

Dapur SPPG Kendari Caddi 3 Dinilai Belum Layak Operasi, PPA Sultra Desak KPPG Sultra Tolak Permohonan Mitra

banner 120x600
banner 468x60

KENDARI — Persatuan Pemuda Aktivis Sulawesi Tenggara (PPA Sultra) secara tegas meminta agar proses pengoperasian Dapur Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Kendari Caddi 3 segera dihentikan dan tidak disetujui. Langkah ini diambil menyusul adanya sejumlah temuan krusial terkait ketidaklayakan fasilitas dapur tersebut.

Ketua Umum PPA Sultra, Nursalim, mendesak Kepala Dapur SPPG Kendari Caddi 3 untuk tidak menandatangani permohonan mitra terkait persetujuan operasional. Selain itu, ia juga meminta Kepala KPPG Sulawesi Tenggara untuk menolak permintaan permohonan mitra perihal pengoperasian sementara dapur tersebut.

banner 325x300

“Kami dari PPA Sultra melihat langsung bahwa Dapur SPPG Kendari Caddi 3 sama sekali belum layak untuk dioperasikan. Ada banyak syarat standar kelayakan gizi dan kesehatan yang diabaikan. Jika ini dipaksakan beroperasi, yang menjadi korban adalah masyarakat yang menerima manfaat dari dapur ini,” tegas Nursalim di Kendari, Senin (17/8).

Lebih lanjut, Nursalim membeberkan sejumlah temuan fatal di lapangan yang mendasari penolakan tersebut, antara lain:Fasilitas Tidak Memenuhi Syarat: Banyak fasilitas pendukung operasional yang jauh dari kata standar.

Ukuran Dapur Tidak Sesuai: Dimensi dan tata letak dapur tidak memenuhi standar teknis untuk memproduksi makanan dalam skala besar secara higienis.

Penggunaan Alat Dapur Bekas: Ditemukan indikasi kuat penggunaan peralatan memasak bekas yang berisiko pada kesehatan dan kebersihan pangan.

Masalah Ahli Gizi dan Juru Masak: Ketiadaan pengawasan ahli gizi yang memadai, serta juru masak yang dipekerjakan diduga kuat hanya menggunakan sertifikat “aspal” (asli tapi palsu) alias tidak memiliki kompetensi yang sah.

“Pada intinya, operasional dapur ini cacat secara syarat administrasi maupun teknis. Kami meminta Kepala KPPG Sulawesi Tenggara untuk mengambil langkah tegas. Jangan korbankan keselamatan dan kesehatan publik demi mengejar operasional semata. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai permohonan mitra tersebut benar-benar ditolak,” pungkas Nursalim.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *